Bupati Sukabumi Jenguk Korban Keracunan Massal di RSUD Palabuanratu

0
218
Bupati Sukabumi H Marwan Hamami didampingi Harun Al Rasyid saat jenguk korban Keracunan di RS Palabuanratu

Kab. Sukabumi (obormerah.com)- Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan, Harun Al Rasyid serta Wakil Ketua sementara DPRD Kab. Sukabumi, Sylvie Gustiana Derin menjenguk korban yang diduga keracunan makanan, yang kini dirawat di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (13/9/2019).

176 orang korban keracunan yang dialami warga Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, penyebabnya diduga setelah mengkonsumsi makanan yang didapatkan dari acara tahlilan 100 hari meninggalnya warga Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling pada Selasa (10/9/2019).

Ditemui wartawan, Marwan mengungkapkan bahwa ada anggaran kesehatan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini.

“Setelah nanti di cek dan yang tidak bisa menggunakan rujukan BPJS kami akan bantu nanti dari anggaran Pemerintah Daerah (Pemda),” jelas Marwan

Lebih lanjut, Marwan mengatakan, bahwa akan mengantisipasi lewat Dinas Kesehatan hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.

“Kita akan melakukan pembinaan dari mulai RT, RW, Kades sampai ke Camat. Kita akan intervensi dari kesling bagaimana penindakan lanjutan dari persoalan-persoalan tadi,” pungkasnya.

Sementara, Direktur RSUD Palabuhanratu, dr. H. Asep Rustandi, yang didampingi Kepala Seksi Pelayanan Medis, Dr. Whisnu Budi haryanto menyampaikan terimakasih atas perhatian dari Bupati Sukabumi.

“Alhamdulillah Bapak Bupati sebagai Kepala Daerah sangat responsif memperhatikan warganya yang terkena musibah. Beliau juga sudah memberikan petunjuk dan arahan agar penanganannya dipercepat,” terang Asep.

Dikatakan Asep, jumlah pasien keracunan seluruhnya ada 83 orang yang dirawat di RSUD Palabuhanratu.

“Disini (Ruang IGD) ada 43 orang, diruangan ada 33 orang, yang sebagian sudah pulang dan satu orang meninggal,” tuturnya.

Menurutnya, pihak Rumah Sakit (RS) sudah mengidentifikasi kuman penyebab kemungkinan keracunan yaitu Compylobacter.

“Dari hasil laboratorium RS diketahui Compylobacter adalah kuman penyebab keracunan,” paparnya.

Compylobacter, tambahnya, sejenis bakteri yang hidup di tanah biasanya akan menyerang ke hewan, dari hewan ini akan menginfeksi dagingnya atau telurnya.

“Yang jelas dengan bukti itu, kami merubah therapy. Jadi therapynya kita sesuaikan dengan antibiotik yang masih sensitif. Alhamdulillah pasien sebagian sudah membaik dan sebagian sudah boleh pulang,” tandasnya. (Hery)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here