Berikanan Santunan Korban Meninggal & Bebaskan Biaya Pengobatan, Ini Kata Bupati Sukabumi Soal Keracunan di Bantargadung

0
90

Kab.Sukabumi (obormerah.com)- Setelah menjenguk korban keracunan massal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan, Harun Al Rasyid dan Wakil Ketua sementara DPRD Kab. Sukabumi, Sylvie Gustiana Derin, langsung menuju ke rumah korban keracunan.

Dua korban atas nama Rendi (9) dan Dewi (37) warga Kampung Pangkalan RT 03/03 Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Sekarwangi dan RSUD Palabuhanratu.

Hingga saat ini, sebagian korban masih menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi dan RSUD Palabuhanratu. Sementara, sebagiannya lagi ada yang sudah pulang dan berhasil ditangani tim medis.

Dalam kunjungannya, Bupati memberikan motivasi pada keluarga korban dan memberikan bantuan pada keluarga korban meninggal.

“Biaya kita tanggung semua oleh Pemerintah Daerah, yang jelas nanti ada anggaran untuk mengantisipasi bagi masyarakat yang sudah terkena musibah,” jelas Bupati, kepada awak media, Jumat (13/9/2019).

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan, kejadian seperti ini harus menjadi telaahan bersama. Karena ada beberapa faktor yang harus di cermati dari kejadian seperti ini.

“Harus dicermati faktor penyebabnya. Sehingga perlu penelitian yang cukup signifikan, baik air, bahan makanan, atau cara pengolahannya. kita evaluasi dan kita akan perintahkan Dinas kesehatan lewat kesling, termasuk tadi ketemu para guru dihimbau untuk memberikan edukasi terkait kesehatan lingkungan,” tegasnya.

Menurut Bupati, kejadian ini bukan faktor kesengajaan atau kelalaian tapi oleh ketidak tahuan.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini kedepan, akibat ketidak tahuan penyelenggara kegiatan. Ini bukan kelalaian kalau kelalaian kan sudah tahu. Tapi ini mereka tidak tahu sama sekali,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Bupati kedepannya akan membuatkan sumur artesis untuk mengcover dua kedusunan.

“Nanti akan kita lakukan kajian geolistrik untuk membuat sumur artesis agar bisa mengcover kebutuhan dua kedusunan dan secara operasional pengelolaannya oleh Desa,” tandasnya.(Hery)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here