Kerajinan Tangan Warga Binaan Lapas Kelas III B Warungkiara Mendapat Apresiasi Bupati Sukabumi

0
77

Kab. Sukabumi (obormerah.com)- Pameran pembangunan Pekan Raya Sukabumi (PRS) 2019 dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Sukabumi ke-149, resmi dibuka Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami pada Selasa (10/9/2019) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III B Warungkiara ikut bagian di stand roader dengan memamerkan hasil kerajinan tangan warga binaan.

Pada acara pembukaan, Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap petugas Lapas yang ikut berkontribusi menyemarakkan PRS ini dengan membawa produk kerajinan tangan warga binaannya yang memanfaatkan limbah menjadi barang berharga, bermanfaat, bernilai dan bisa jadi daya saing untuk menumbuhkan ekonomi kreatif kabupaten sukabumi.

“Pemerintah Daerah akan mensupport baik dalam hal bimbingan SDM, penempatan kerja maupun dalam hal pemasaran produknya. Supaya begitu keluar warga binaan ini dapat mengembangkan kemampuan SDM nya di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Kalapas Warungkiara Kelas III B Warungkiara, RM. Cristio Nugroho mengatakan bahwa di acara PRS ini pihaknya bersinergi dengan Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi untuk ikut serta dalam kegiatan pameran.

“Yang kita tampilkan hasil-hasil produk dan kerajinan warga binaan dengan memanfaatkan limbah, seperti dari kertas koran, daun kering, botol-botol kemasan,” terang Cristio, kepada obormerah.com.

Tak hanya hasil kerajinan, lanjut Cristio, hasil peternakan juga ikut dipamerkan seperti telur puyuh, telur ayam dan pupuk organik yang semuanya hasil olahan warga binaan Lapas Kelas III B Warungkiara.

“Kita berharap nantinya keterampilan warga binaan ini benar-benar diakui dan juga dibantu penempatan mereka dalam bekerja dengan orang lain ataupun berwiraswasta,” pungkasnya.

Kerajinan tangan ukuran besar membutuhkan waktu satu minggu untuk pembuatannya, sedangkan untuk ukuran yang kecil-kecil dalam satu hari mereka bisa memproduksi satu sampai dua.

“Mereka membuatnya tanpa melihat gambar, hanya dengan berimajinasi. Harganya pun relatif murah kisaran antara Rp 10 ribu hingga ratusan ribu per buah,” tuturnya.

Disisi lain, Cristio mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Pemda Kabupaten Sukabumi untuk membantu warga binaan kedepannya.

“Kita sudah berkomunikasi dengan unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi. Intinya untuk membantu kedepannya agar warga binaan memiliki keterampilan yang tersertifikasi,” tandasnya. (Hery)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here