Pilkades Serentak, Ketua Kowasi Sukabumi Minta Seleksi Calon Kades Harus Selektif

0
388

Kab. Sukabumi (Obormerah.com)- Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019, sebanyak 240 desa di Kabupaten Sukabumi bakal mengikuti Pilkades serentak yang digelar November mendatang.

Pemilihan kepala desa berdasarkan regulasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 65 tahun 2017. Pedoman Teknis pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara langsung diatur dalam Peraturan Bupati ataupun Peraturan Daerah disetiap Kabupaten.

Memang seperti kita ketahui bersama, pemilihan kepala desa di kabupaten Sukabumi sebentar lagi, namun pemilihan kepala desa kali ini, menurut data yang kami dapat ada 240 desa yang akan mengikuti pemilihan kepala desa dari 381 desa di kabupaten Sukabumi.

Sering mencermati dan mengamati di lapangan, tentang perkembangan roda Pemerintahan Kabupaten Sukabumi terutama mulai dari bawah seperti kepala desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan kepanjangan tangan dari Bupati merupakan ujung tombak dari maju mundurnya daerah tersebut. Jadi peran kepala desa sangatlah penting untuk memutar kemajuan roda pemerintahan khususnya di pedesaan.

Pelaksanaan pemiihan kepala desa sebagai piranti prosedural bagi masyarakat desa untuk memilih calon pemimpinnya, yang jika terpilih akan mengemban amanat sebagai Pemegang kekuasaan Pengelolaan Keuangan desa sekaligus sebagai “pucuk” eksekutif lembaga pemerintahan desa.

Untuk itu, kepala desa harus mampu menyesuaikan dan mengikuti tuntutan kemajuan jaman. Agar mampu memutar roda pemerintahan desa nya dan bisa menyerap dengan cepat anggaran dari mulai pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat.

Tak hanya itu, kepala desa juga harus mampu menggali potensi di daerahnya, apalagi untuk 2020 RPJMD Kabupaten Sukabumi dengan moto “Kabupaten Sukabumi Menuju Ekonomi Berbasis Kawasan”.

Dalam UU Desa ditentukan kepala desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dalam UU tersebut juga ditentukan masa jabatan kepala desa selama enam tahun dan dapat dipilih selama tiga periode secara berturut-turut atau tidak berturut-turut.

Sejak UU Desa diterbitkan jabatan kepala desa dinilai sebagai jabatan strategis dan berperan besar bagi bangsa dan negara. Kita dapat membandingkan jabatan kepala desa dengan masa jabatan enam tahun dan bisa dipilih tiga kali berturut-turut dengan masa jabatan presiden yang dibatasi lima tahun dan hanya dapat dipilih dua kali.

Di samping masa jabatan kepala desa yang lebih panjang daripada jabatan presiden atau kepala daerah, UU Desa saat ini juga mengamanahkan dana desa bersumber dari APBN dan alokasi dana desa dari dana perimbangan kabupaten/kota yang akan disalurkan langsung kepada desa untuk percepatan pembangunan.

Untuk itu, para calon Kepala Desa yang akan mengikuti seleksi calon kepala desa haruslah di bekali sumber daya manusia yang memadai yang bisa melaksanakan semua rencana Pemerintah Daerah maupun pusat.

Diharapkan, kepada DPMD Kab. Sukabumi yang menjadi panitia ke 240 kepala desa di Kabupaten Sukabumi untuk selektif dalam seleksi para calon kepala desa yang sebentar lagi akan digelar.

Karena dengan anggaran Rp 19,2 milyar, menggunakan anggaran APBD yang lumayan besar. Agar bisa menghasilkan kepala desa yang baik, mampu menyesuaikan perkembangan tuntutan kemajuan jaman dan bisa melayani serta mengayomi masyarakatnya dengan baik agar satu irama, satu visi misi dengan Pak Bupati menuju Sukabumi lebih baik religius dan mandiri serta juga harus bisa bersinergi dengan media. Agar masyarakat bisa menyerap informasi untuk mengetahui perkembangan desa nya masing-masing.

*Oleh : Yudi Suyudi*
*Ketua Umum Komunitas Wartawan Sukabumi (Kowasi) juga Aktivis 98.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here