Mengenal Kopi 33 dengan Aroma Khas yang Mendunia

0
654

Banjar (Obormerah.com)- Budaya minum kopi kian menjamur dimana mana dengan bermunculan kedai kedai kopi atau cape -cape yg siap menyajikan kopi dengan berbagai rasa, tak terkecuali di kota Banjar, Jum’at (12/7/2019)

Banjar Agri Festival Culture (HKP ) dari sudut salah satu stand yg membikin orang menjadi merem melek orang pecandu kopi bikin ketagihan,dengan mengenalkan dan mempromosikan produk unggulan kopi yg di buat khusus produk lokal artinya asli produk orang Banjar dengan khas Aroma dan rasa yang berbeda.

Kopi 33 menjanjikan khusus penikmat kopi. Kopi 33 produksi unggulan orang banjar Pataruman yang berada di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Kopi 33 mengutamakan rasa dan aroma khas di buat dalam sachet sehingga akan mempermudah bagi penikmat kopi 33 untuk meminumnya.

Deni salah seorang karyawan kopi 33 memaparkan, kopi yang ia bikin hasil dari perkebunan petani lokal, yang khusus di tanam di daerah sekitar Rajadesa, Panawangan dan Parigi ,sedang untuk di Banjar karena kadar tanah belum sempurna untuk kopi yg bagus harus yg cocok.

“proses produksi kopi lokal khususnya kopi 33 mengunakan mesin produksi yg khusus karena kadar pH dan kekeringan kopinya akan menjadi penentu untuk cita rasa dan aroma khasnya dan tidak ada epek sampingnya aman di konsumsi bagi pormula sekalipun penggemar berat kopi Hitam ,”Ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penikmat kopi Diding mengakui bahwa kopi 33 begitu terasa pekatnya di lidah dan aromanya yg khas ,sehingga kalau saya bandingkan tidak kalah dengan kopi kopi yg di jual pada umumnya, malahan ini lebih baik karena kopi ini hampasnya sangat sedikit, sehingga bagi saya ketika meminum atau membeli kopi 33 dalam bentuk sachet tidak ada yg rugi,,” Ucapnya

“Karena kopi 33 dalam masa produksi dan promosi bagi rekan rekan pencinta kopi atau warga masyarakat dari dalam dan luar kota Banjar jika berminat untuk memperoleh sekaligus membeli kopi itu mudah mencarinya selain di kedai kopi pataruman, kopi 33 sekarang sudah tersebar di warung warung atau di pasar -pasar tradisional, Pungkasnya. (Cep/Wan)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here