Merasa Ditipu Oknum Panitia, Warga Argalingga Diminta Rp 5 Juta Ngurus Akta Tanah?

0
187

Majalengka (obormerah.com)-Oknum yang mengaku dari panitia penyelesaian pengurusan tanah masyarakat Gunung Wangi, Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, SAR.Diduga telah meminta uang mulai Rp 2 juta hingga Rp 5 juta kepada para petani warga Desa Argalingga.Dengan dalih untuk pengurusan pembuatan akta tanah di blok Gunung Menyan.Namun setelah uang itu disetorkan.Ternyata janjinya itu tidak terbukti.Sehingga warga tersebut merasa ditipu.

Praktik pungutan liar pada program pengurusan atau penyelesaian tanah di blok Gunung Menyan itu.Telah menimpa salah satu warga Desa Argalingga berinisial MT.Tadinya MT tersebut lagi bingung mau bikin akta tanah.Tapi kemudian ada SAR yang menjanjikan bisa mengurus pembuatan akta tanah itu.Namun pelaku itu meminta uang untuk pengurusan tersebut.

“Setelah uang itu diserahkan, namun ternyata sampai sekarang belum ada bukti akta.Karena tanah tersebut masih dalam sengketa kepemilikan.Tapi SAR itu keukeuh menjanjikan kepada penggarap akan mengurus semua kepemilikan tanah.Padahal justru diduga malah menipunya,” beber salah seorang warga yang namanya tidak disebutkan, Rabu (12/06/2019).

Menurutnya, saat ini warga penggarap itu banyak yang jadi korban pungutan SAR itu.Modusnya juga sama untuk pengurusan pembuatan akta.Dengan diminta mulai dari Rp 2 juta per penggarap sampai Rp 5 juta.Namun semua janjinya tersebut malah omong kosong.Apalagi kepanitiaan pengurusan tanah diblok Gunung Menyan itu ilegal.Karena tidak memiliki dokumen resmi pemerintah maupun BPN.Apalagi jumlah luas tanah yang akan diurus panitia itu seluas 72 hektar.Tentunya
sulit untuk mendapatkan Akta.Sebab tanah tersebut dalam sengketa.

Sementara itu, SAR ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, uang tersebut bukan untuk pengurusan akta.Namun untuk pandu atau memadukan antara pemilik tanah dan penggarap.Karena pemilik tanah tidak pernah penggarap.Serta penggarap tidak tahu pemilik tanah tersebut.Sebab ada oknum yang menjual sejak jaman dulunya.(Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here